Dari Ekonomi, Belajar Memahami Perilaku Manusia
Banyak orang salah kaprah dengan menganggap bahwa belajar ekonomi berarti belajar tentang uang. Padahal, uang hanyalah salah satu alat di dalamnya. Secara fundamental, ekonomi adalah seni mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
Bermula dari Keinginan yang Tidak Terbatas
Manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas, ekonomi membantu untuk mengelola ‘sesuatu’ yang terbatas untuk keinginan yang tidak terbatas. Misalnya, tanah, bahan baku makanan, tenaga kerja, dan lainnya tersedia dalam jumlah terbatas.
Kelangkaan atau scarcity inilah yang menjadi dasar ekonomi agar memenuhi kebutuhan sebanyak mungkin orang. Tidak hanya bentuk fisik, namun waktu juga termasuk sumber daya yang terbatas dan tidak bisa kembali lagi, sayangnya bagi mereka yang memiliki ekonomi rendah, perlu untuk menukar waktu sesuai dengan nilai barang atau produk yang diinginkan, misalnya gaji.
Semua tentang ‘trade offs’, Apa itu?
Dalam ekonomi, Konsep ini disebut sebagai Opportunity Cost. Trade offs dan opportunity cost adalah “sepaket” konsep yang tidak bisa dipisahkan. Jika Trade-off adalah pilihannya, maka Opportunity Cost adalah harganya. Jadi dapat kita simpulkan jika trade off menyebabkan opportunity cost.
Apa itu trade off? Secara singkat adalah pertukaran, dimana dalam ekonomi, setiap pilihan memiliki harga yang harus dibayar. Jika kita memilih A, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk memilih B karena ada konsep scarcity atau kelangkaan. Kita tidak bisa mendapatkan keduanya sekaligus.
Nah, jika biaya dari pilihan yang kita pilih adalah opportunity cost atau biaya peluang, karena kita telah mengorbankan sesuatu atau pilihan lainnya saat melakukan trade off (pertukaran). Berikut contoh skenario dalam kehidupan:
| Skenario | Tindakan (Trade Off) | Harganya (Opportunity Cost) |
| Hemat uang makan | Memilih masak sendiri selama 1 jam daripada beli lauk jadi. | Waktu 1 jam untuk rebahan atau belajar, digunakan untuk memasak. |
| Menabung lebih banyak | Memilih kost non AC, 1 jam dari kantor. | Waktu 2 jam untuk pulang pergi kost-kantor dan capek dijalan. |
| Mengambil side hustle malam hari | Mengurangi jam tidur dari 22.00 ke 00.00 | Waktu tidur kurang. |
Perlu kita pahami bahwa tidak ada pilihan yang sempurna, menyenangkan semua pihak, atau 100% tepat, dengan memahami konsep ekonomi, khususnya trade off dan opportunity cost hanyalah memilih risiko atau “rasa sakit” yang paling kecil namun memiliki kebermanfaatan yang lebih besar.
Baca juga: Kekayaan: Salah Satu Penentu Panjangnya Usia?
4 Masalah Utama Ekonomi
Ada empat masalah utama ekonomi dimana empat hal ini adalah sistem navigasi yang menentukan kualitas hidup kita, yaitu prioritas, efisiensi, distribusi, dan alokasi.
- Prioritas
Hidup penuh dengan pilihan dan disinilah kita belajar untuk menentukan prioritas. Masalah prioritas dalam hidup muncul karena kita memiliki waktu yang terbatas, ya hanya 24 jam, dan setiap orang memiliki waktu yang sama. Disinilah seseorang dengan ekonomi rendah dan atas memiliki persamaan, WAKTU.
Misalnya, saat masih muda, apakah memprioritaskan “memproduksi” skill dan jam terbang kerja, atau “memproduksi” hidup yang foya-foya atau YOLO (You Only Life Once)?
Menentukan prioritas berarti berani berkata “tidak” pada hal-hal baik demi hal-hal yang terbaik. Jika kita gagal menentukan prioritas, energi akan tersebar tipis di banyak hal, namun tidak ada satu pun “produk” yang selesai atau berkualitas karena kita TIDAK FOKUS.
- Efisiensi
Ekonomi selalu mencari titik ‘optimum’ atau ‘optimal’, dimana dengan sumber daya sesedikit mungkin untuk hasil sebanyak mungkin. Jadi, kenapa banyak perusahaan memilih menggunakan teknologi? Karena dengan teknologi, bisnis bisa menghasilkan sesuatu lebih banyak. Ini adalah Efisiensi.
Sama halnya dengan industri, kita perlu produktif dan memilih gaya hidup yang tepat untuk mencapai tujuan lebih cepat. Misalnya, untuk sampai ke kantor, kita bisa naik transportasi umum (Hemat biaya, tapi lambat/menguras energi) atau naik taksi online (Cepat, menjaga energi, tapi mahal). Mana yang lebih efisiensi bagi kamu?
Kita harus memilih mana yang lebih “mahal” bagi diri sendiri: Uang atau Waktu? Seorang profesional dengan gaji tinggi, tentu akan menggunakan supir pribadi untuk efisiensi waktu, sehingga di dalam mobil bisa mengerjakan hal yang lebih penting daripada menyetir.
Sedangkan berbeda dengan ekonomi rendah, waktu terkesan lebih murah sehingga uang adalah hal yang lebih utama, maka pilihan yang akan dipilih adalah biaya lebih murah sekalipun waktu di jalan lebih mahal dan tidak produktif.
- Distribusi
Setelah hasil diperoleh, ekonomi harus menentukan bagaimana pembagiannya agar adil dan berkelanjutan. Apakah dibagi rata? atau diberikan pada yang paling membutuhkan? Misalnya, bagaimana kita mengelola gaji? Apakah 100% untuk konsumsi atau didistribusikan ke investasi, orang tua, dan lainnya.
Distribusi yang salah menyebabkan ketimpangan dalam hidup. Jika kita mendistribusikan 100% waktu untuk pekerjaan dan 0% untuk kesehatan atau keluarga, maka sistem “ekonomi” kehidupan kita akan bangkrut dalam bentuk sakit atau keretakan hubungan. Maka, distribusikan sumber daya kita dengan baik, khususnya WAKTU!
- Alokasi
Alokasi adalah tentang penempatan aset agar memberikan imbal hasil atau return yang maksimal. Menanam modal di tempat atau industri yang tepat, adalah hal penting dalam ekonomi.
Misalnya, berbicara tentang investasi diri dan strategi. Dimana kita menempatkan modal (uang/bakat) yang dimiliki? Jika kita punya bonus 2 juta dari kantor, apakah akan dialokasikan untuk membeli HP baru atau mengikuti online course tentang AI?
Alokasi adalah soal visi. Banyak orang bekerja sangat keras (efisiensi tinggi), namun karena alokasi bidangnya salah, misal di industri yang sedang sulit, hasilnya tetap minimal. Alokasi yang cerdas adalah menempatkan diri kita di lingkungan dan bidang yang memiliki leverage tinggi.
Baca juga: Saat Jalan Kaki Dianggap Tanda Kemiskinan, Bukan Investasi Cerdas
Mikroekonomi vs Makroekonomi, Mempengaruhi Hidup Kita?
Seringkali kita acuh dengan kondisi ekonomi karena sulit dipahami atau karena kita malas untuk mencari informasi. Nyatanya, makroekonomi dan mikroekonomi memiliki peranan yang penting dalam menentukan nasib finansial serta pilihan hidup kita.
Mikroekonomi adalah lensa pembesar yang melihat unit kecil seperti rumah tangga dan perusahaan. Sedangkan, makroekonomi memberi gambaran besar suatu negara, seperti inflasi, pengangguran, dan pendapatan negara. Jadi, kondisi makroekonomi sangat berdampak pada mikroekonomi, termasuk kondisi keuangan kita.
| Makroekonomi | Mikroekonomi | Strategi personal |
| Inflasi tinggi, akibat pencetakan mata uang. | Harga bahan pokok baik, nilai tabungan menurun. | Cari aset investasi yang mengalahkan inflasi (Emas/Saham). |
| Suku bunga naik, akibat The Fed menaikan suku bunga. | Cicilan utang bertambah mahal. | Hindari mengambil utang baru, lunasi utang bunga mengambang. |
| Resesi (GDP turun) | Risiko PHK meningkat, bonus dipotong. | Perkuat dana darurat, tingkatkan skill agar sulit digantikan. |
| Pertumbuhan Ekonomi | Peluang bisnis baru, kenaikan gaji. | Berani mengambil risiko investasi atau ekspansi karier. |
Agar kita siap dengan perubahan kondisi ekonomi yang tidak pasti, maka pengetahuan terhadap kondisi makro-mikroekonomi penting untuk dilakukan. Ibaratnya, gunakan ‘Lensa Makro’ untuk melihat arah angin (kapan harus waspada, kapan harus ekspansi), dan gunakan ‘Lensa Mikro’ untuk mengeksekusi keputusan harian kita, seperti prioritas belanja, alokasi tabungan.
Comparative Advantage: Mengapa Kita Harus Bekerja Sama?
Dalam ekonomi, kita belajar tentang comparative advantage, yaitu bagaimana kita bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Disinilah kita memahami satu hal bahwa tidak sepenuhnya kemandirian total selalu menjadi strategi yang menguntungkan.
Sama halnya dalam kehidupan personal, adakalanya kita perlu bekerja sama agar mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Bekerja sama berdasarkan keunggulan komparatif memberikan tiga manfaat utama, yaitu spesialisasi, efisiensi, dan kesejahteraan.
Disini kita belajar untuk berkolaborasi dan rendah hati secara finansial sehingga kita bisa lebih cerdas secara ekonomi. Dengan mengakui bahwa orang lain bisa melakukan tugas tertentu dengan “biaya” yang lebih murah, kita bisa memiliki peluang untuk mencapai potensi maksimal di bidang yang paling kita kuasai.
Bagaimana, sudah mengerti peran ekonomi dalam mengatur sumber daya? Setelah membaca artikel ini diharapkan kita bisa membuat keputusan-keputusan dengan lebih tepat karena sudah mengukur dan mempertimbangkan cost-benefitnya, apa yang kita ‘korbankan’ untuk sesuatu yang kita pilih.
Nah, apakah keputusan-keputusan hidup yang kita ambil sudah menerapkan fundamental ekonomi ini?
